Simulasi Tanggap Darurat dan Prosedur Evakuasi

Epsima melaksanakan simulasi tanggap darurat dalam rangka menerapkan Kesehatan dan Kesalamatan Kerja pada Kamis 02 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai PT. Epsima Concordia Rekayasa sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan K3

Epsima Author

4/7/20261 min read

Simulasi ini diawali dengan pemaparan materi mengenai Manajemen Tanggap Darurat dan Prosedur Evakuasi di Lingkungan Kantor. Materi ini disampaikan Nicky Rahmat Fauzan selaku bagian dari regu evakuasi di PT. Epsima Concordia Rekayasa. Materi yang disampaikan ini berkaitan dengan keadaan darurat di gedung perkantoran yang terdiri dari bencana alam seperti gempa bumi, dan kegagalan teknis seperti kebakaran.

Pada pelatihan kali ini difokuskan untuk cepat tanggap terhadap gempa bumi dan kebakaran. Sesi awal dimulai dengan edukasi gempa bumi yang dilanjutkan dengan simulasi protokol utama perlindungan yang terdiri dari drop, cover, hold on. Para pegawai juga dikenalkan dan diberikan edukasi mengenai Titik Aman (Safe Zones), Area Berbahaya (Danger Zones) yang terdapat di gedung kantor Epsima.

Setelah itu dilanjutkan dengan edukasi kebakaran yang disampaikan oleh Sigit selaku bagian dari regu pemadam kebakaran di PT. Epsima Concordia Rekayasa. Edukasi kebakaran ini meliputi pengenalan jenis api dan alat pemadamnya karena pengenalan dua hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam memadamkan kebakaran kecil di tempat kerja. Sigit juga mengenalkan anatomi dan bagian-bagian Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Tidak hanya pemapaian materi, praktek penggunaan APAR juga dilakukan di luar gedung kantor Epsima. Disediakan bara api menyala sebagai objek pelatihan yang bisa digunakan sebagai sarana praktek penggunaan APAR. Sigit, selaku regu pemadam kebakaran kantor memberikan contoh penggunaan APAR mulai dari menarik pin pengaman, mengarahkahkan corong ke pangkal api, menekan tuas secara perlahan, damn sapukan corong dari sisi ke sisi bara api. Metode ini dikenal dengan sebutan PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep).

Para pegawai memperhatikan proses tersebut secara seksama, setelah itu para pegawai diarahkan untuk mencoba mempraktikan apa yang sudah dijelaskan oleh Sigit. Para pegawai memahami materi dan praktek dengan baik, hal ini terbukti saat proses praktek penggunaan APAR di mana para pegawai dapat menggunakanya dengan baik sesuai dengan protokol yang sudah diajarkan.